Unordered List

SELAMAT DATANG DIBLOG KKG PAI KAB.MALANG''''SALAM BAHAGIA,DAMAI, SEJAHTERA LAHIR DAN BATHIN & SUKSES UNTUK SEMUA''''''SELAMAT BERKARYA MEMPERSIAPKAN GENERASI MASA DEPAN BANGSA YG UNGGUL DIMASANYA, BUKAN HANYA CERDAS OTAKNYA TETAPI CERDAS PULA HATI DAN PIKIRANNYA " Jika anda ingin mengetahui masa depan anda......., perhatikanlah apa yang sedang anda pikirkan & kerjakan sekarang. ......’Apapun yang anda kerjakan dengan sungguh-sungguh sekarang ini..........adalah pembentuk keberhasilan anda di masa depan, Maka bijaklah anda dalam memilih apa yang harus anda kerjakan sekarang.’’

Selasa, 28 Juni 2016

PENDIDIKAN JAMAN KEJAYAAN ISLAM

SUBHAANALLAH, INILAH CARA HARUN AL-RASYID MENDIDIK ANAKNYA


Di bawah kepemimpinan Harun Ar-Rasyid (786-809 M), Khalifah kelima Dinasti Abbasyiyah, umat Islam mengalami masa keemasannya. Seluruh penerjemah Muslim, Yahudi dan Kristen berkumpul di Baghdad untuk mengalihbahasakan naskah-naskah ilmu pengetahuan dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab.<>
Pusat-pusat kajian digalakkan oleh pemerintah sementara para ulama dan intelektual rajin menulis karya-karya mereka. Baghdad menjadi tujuan belajar dan detak jantung peradaban dunia. Di masa ini ilmu sangat dihargai dan para ilmuan mendapatkan perlakuan yang istimewa oleh masyarakat bahkan oleh Khalifah Abbasyiah sendiri.
Khalifah dan para Wazir menyerahkan anak-anak mereka kepada para ulama dan ilmuwan Islam untuk diasah akal dan moralnya. Di hadapan para ulama dan imuwan muslim, tidak ada perlakuan khusus bagi anak-anak pejabat negara. Sebaliknya, para anak pejabat tersebut diharuskan menunjukkan sikap hormat yang tinggi terhadap guru mereka sebagai bukti penghargaan mereka terhadap ilmu pengetehuan.
Suatu ketika Harun Ar-Rasyid mengirimkan anaknya kepada Imam al-Asma’i untuk belajar ilmu dan budi pekerti. Kemudian di suatu hari Harun Ar-Rasyid melihat anaknya menyiramkan air ke kedua kaki gurunya itu untuk berwudhu’, sementara sang guru membasuh dan membersihkan kakinya sendiri.
Melihat hal ini, Harun Ar-Rasyid merasa tidak senang. Kemudian ia berkata kepada Imam Ashma’i: “Aku mengirimkan anakku kepada anda untuk diajarkan ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Mengapa anda tidak menyuruhnya menyiramkan air dengan salah satu tangannya dan membasuh dan membersihkan kaki anda dengan tangannya yang lain?”
Demikianlah tradisi yang berlaku dalam dunia Islam di masa itu. Sebuah masa yang telah berhasil mengantarkan umat Islam mencapai puncak kemajuannya dan berhasil menyumbangkan khazanah ilmu pengetahuan bagi masyarakat dunia.

Jumat, 24 Juni 2016

TUKANG BATU DICIUM ROSULULLAH SAW.

Kisah Si Tukang Batu Yang Di Cium Rasulullah SAW 

Diriwayatkan pada saat itu Rasulullah baru tiba dari Tabuk, peperangan dengan bangsa Romawi yang kerap menebar ancaman pada kaum muslimin. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.
Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.
Sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”
Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”
Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,
“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’.
* Rasulullahl tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.
Suatu ketika seorang laki-laki melintas di hadapan Rasulullah. Orang itu di kenal sebagai pekerja yang giat dan tangkas. Para sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, andai bekerja seperti dilakukan orang itu dapat digolongkan jihad di jalan Allah (Fi sabilillah), maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia, maka itu fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, maka itu fi sabilillah.” (HR Thabrani)
* Orang-orang yang pasif dan malas bekerja, sesungguhnya tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan sebagian dari harga dirinya, yang lebih jauh mengakibatkan kehidupannya menjadi mundur. Rasulullah amat prihatin terhadap para pemalas.
”Maka apabila telah dilaksanakan shalat, bertebaranlah kam di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. (QS. Al-Jumu’ah 10)
”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ini”. (QS Nuh19-20)
* ”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)
”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)
”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud, selalu makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)
”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)
”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad) 

Rabu, 15 Juni 2016

PESAN KH.HASYIM MUZADI UNTUK GPAI



Jakarta, PendidikanIslam.id – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres KH Hasyim Muzadi memberikan pembekalan kepada para guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) dari 33 provinsi di Indonesia. Ia hadir dalam dalam kegiatan sarasehan nasional yang diseleggrakan oleh Direktorat PAI Kementerian Agama di Jakarta, Senin (13/6).
Kepada para guru dan pengawas PAI Kiai Hasyim berpesan, fokus pendidikan agama Islam tidak hanya memberikan informasi mengenai ajaran agama. Namun lebih dari itu adalah pengamalan ajaran agama dan penanaman akhlak.
“Jangan sampai pendidikan agama Islam itu hanya jadi berita agama, bukan amal dan akhlak,” pesannya di hadapan sekitar 400 perwakilan guru dan pengawas PAI se-Indonesia dari mulai tingkat TK, SD, SMP dan SMA/SMK.
Menurutnya, para guru PAI tidak boleh jam hanya mengandalkan pertemuan dengan para siswa di kelas dengan jam atau waktu yang terbatas. Para guru perlu mengawal perilaku keseharian siswa di luar jam berlajar PAI. Lebih dari itu para guru PAI harus bisa menjadi acuan para siswa dalam hal pengamalan agama dan akhlak.
Dalam kesempatan itu, mantan ketua umum PBNU itu juga mengingatkan bahwa jam pelajaran agama yang terbatas tidak bisa hanya diisi dengan olah pikir atau mengasah otak saja, karena di luar materi agama otak para siswa sudah berisi materi pelajaran yang lain.
Menurut Kiai Hasyim, para siswa perlu dibekali dengan olah rasa melalui diversifikasi pengajaran agama. “Sekalipun otak mereka terisi tapi hati mereka kosong. Nah yang kosong itu kita isi, karena otak mereka sudah penuh,” katanya.
Salah satu metode mengisi hati siswa yang kosong itu adalah dengan membiasakan mereka melakukan shalat-sahal sunnah dan membaca Al-Qur’an meskipunr mereka tidak mengetahui maknanya. “Dibaca saja Al-Qur’annya, lama-lama di hati mereka akan ada rasa. Setelah itu baru (otak) mereka kita isi,” kata Kiai Hasyim.
Pertemuan singkat dengan KH Hasyim itu dimanfaatan oleh para guru PAI untuk berdialog mengenai berbagai hal, antara lain mengenai pola pemahaman keagamaan masyarakat, pengembangan paham-paham transnasional, kondisi terkini di Timur Tengah, sampai respon umat Islam terhadap persolan pemilihan kepala daerah serentak terutama untuk DKI Jakarta. (Anam)

Selasa, 14 Juni 2016

FORMAT DATA SIMPATIKA

FORMAT DATA SIMPATIKA YANG DIMINTA PAIS
UNTUK DIPROSES LEBIH LANJUT

                                         Link download :

                                         1. Data exel
            
                                         2. Format Pdf

          isi data diformat exel kirim ke email paiskabmalang@gmail.com

Minggu, 12 Juni 2016

DATA PESERTA BIMTEK BALAVA


 1. PENGURUS KKG
 2. OPERATOR

DATA PESERTA BIMTEK PENGURUS KKG

NO NAMA NIP  SEKOLAH KECAMATAN
1 DIDIK DARMADI, S.Pd.I 198203182011011004 SDN SEMPOL 03 PAGAK
2 YUNUS ANIS, S.Ag 196909042005011002 SDN POJOK 02 DAMPIT
3 NANIK NURUL LAILA SDN KEBOBANG 03 WONOSARI
4 SUPARTUN, S.Pd.I 196310301985042001 SDN JOGOMULYAN 02 TIRTOYUDO
5 MUNAWI, S.Pd.I 196306071985041004 SDN KUWOLU BULULAWANG
6 NUR KHALIS,SAg 196009231985041002 SDN SAPTORENGGO 01. PAKIS
7 Drs. SUKUR, S.Ag 196402011987031022 SDN SUKOMULYO 04 PUJON
8 SITI ZAENAB,S.Ag. 196007211986042002 SDN SUKORAHARJO 01 KEPANJEN
9 AHMAD MARZUQI, S.Pd.I 196002212003121002 SDN SEGARAN 04 GEDANGAN
10 MOCH. SOLEH 195903201983081000 SDN SIDOLUHUR 02 LAWANG
11 MUADI, S.PdI 195905231983081002 SDN PONDOKAGUNG 02 KASEMBON
12 Drs. IMAM ROHANI 196607171987031008 SDN PURWODADI 03 DONOMULYO
13 UMI BIATI, S.PD.I 196007301983082001 Sdn. GADINGKULON 03 DAU
14 SITI ASIYAH, S.Ag 196009051985042001 SDN SUMBERSUKO  TAJINAN
15 AHMAD S.Pd.I. 197206112010011000 SDN REJOSARI 02 BANTUR
16 ABDUL ROFIK, S.Pd.I 196204041985041003 SDN SUKOREJO 01 GONDANGLEGI
17 NING MULYANI.S.PdI 196603041987032009 SDN KADEMANGAN 01 PAGELARAN
18 ABDUL ROZAK 196203202000121000 SDN SUMBERPUTIH 01 WAJAK
19 SALAMUN, S.Pd.I 196404011985041004 SDN KARANGNONGKO 02 PONCOKUSUMO
20 MUKRI, S.Pd.I 196204121985041000 SDN PURWOHARJO AMPELGADING
21 SUYITNO, S.Ag 195806251985041002 SDN HARJOKUNCARAN 02 SUMBERMANJING WT
22 KATWAN, S.Pd.I 196408101987031012 SDN TUMPAKREJO 05 KALIPARE
23 Drs.ABD.QOHAR 196307221985041001 SDN TAWANGARGO 04 KARANGPLOSO
24 SUROTO, S.Pd.I 196207021982031008 SDN TERNYANG 04 SUMBERPUCUNG
25 Moh. Mufti, S.Ag '196401221987031003 SDN Pagentan 02 SINGOSARI
26 CHUDORI,S.Ag 195809111986031010 SDN JAMBUWER 01 KROMENGAN
27 Drs. KHAIRUL ANAM 196809182005011002 SDS TAMANSISWA TUREN
28 KARTONO, S.Pd.I 196111091985041003 SDN SIDORAHAYU 03 WAGIR
29 SYAIFUDIN ZUHRI S.PD.I 196209051985041003 SDN PAKISAJI 01 PAKISAJI
30 JAIN, S.Pd.I 195901221983081002 SDN BABADAN 01 NGAJUM
31 IMAM SUHADAK, S.Ag 196504071987031007 SDN JOMBOK 03  NGANTANG
32 AHMAD HAMSIN, S.Ag 196012061985041001 SDN DUWET 04 TUMPANG
33 Drs. ANDI AZIS 195805061978071001 SDN KEMANTREN 06 JABUNG






DATA PESERTA BIMTEK OPERATOR KKG

NO NAMA NIP  SEKOLAH KECAMATAN
1 USMAN, S.Pd.I 196506032014081001 SDN GAMPINGAN 01 PAGAK
2 M. KHOIRUL ANAM, S.Pd.I SDN MAJANG TENGAH 04 DAMPIT
3 SUCIK SURIYAMI, S.Pd.I SDN WONOREJO 03 LAWANG
4 KUSNADI,S.PdI 196811082005011001 SDN BANGELAN 02 WONOSARI
5 SAIFUL ARIF,S.Pd.I  197603162010011007 SDN JEDONG 3 WAGIR
6 SYAIFUDDIN ZUHRI, S.Ag 197211032005011001 SDN KEPATIHAN 01 TIRTOYUDO
7 LAILATUL MUFLICHAH, S.Pd.I SDN SUDIMORO 03 BULULAWANG
8 MESERI, S.Pd.I 196909182008011013 SDN SAPTORENGGO 04 PAKIS
9 MUFIDATUL KHOIROH SDN PUJON LO 04 PUJON
10 DEWI MARIYAM,S.Pdi SDI HASANUDDIN  01 KEPANJEN
11 ABDUL RA'UF, S.Pd.I 197908142009041001 SDN SIDODADI 02. GEDANGAN
12 ABD HARIS, S.Pd.I SDN NGANTRU 02 NGANTANG
13 MAD ROJIKIN, S.Pd.I 198205132010011008 SDN PAIT 03  KASEMBON
14 ANAS KHOIRU ROSYIDI, S.Pd SDN PANDANAJENG 01 TUMPANG
15 HIKMATULLOH M.Pd.I 198503162010011011 SDN KALISONGO 03 DAU
16 NUR AIDA IRANI SDN SUMBERSUKO TAJINAN
17 IZUDIN MUHAMADIYAH,S.Pd.I 197010122005011008 SDN GD.LEGI WT 02 GONDANGLEGI
18 AH.BAHRUL AMIN, S.Pd.I 197403082014081002  SDN DRUJU 01 SUMBERMANJING WT
19 MULYADI, SH. 196012311986031170 SDN PAGELARAN 02 PAGELARAN
20 DIAH ANDRI ASTUTIK S.Pd.I. 198204212011012010 SDN PRINGGODANI 03 BANTUR
21 IZZUL ARABI, S.Ag 195609221981011000 SDN KIDANGBANG 03 WAJAK
22 MUHTAROM, S.Pd.I 196305101985041003 SDN  NGADIRESO 02 PONCOKUSUMO
23 MAT SAID, S.Pd.I SDN SONOWANGI 02 AMPELGADING
24 MISNARI, S.Pd.I 196812082005011001 SDN PUTUKREJO 02 KALIPARE
25 SUPADI, S.Pd.I 196401271987031008 SDN NGENEP 03 KARANGPLOSO
26 MUFARICHATUL FITRIYAH SDN PAKISAJI 01 PAKISAJI
27 MUKHAMAD YUSUF, S.Pd.I SDN SAMBIGEDE 03 SUMBERPUCUNG
28 MAS'UD.A,S.Pd 196002041985081002 SDN JAMBUWER 03 KROMENGAN
29 Drs. MAHFUDZ, M.Pd.I 196109052007011010 SDN TUNJUNGTIRTO 02 SINGOSARI
30 KHUZAENI, S.Pd.I 196507101987031015 SDN TULUNGREJO 01 DONOMULYO
31 NUR AMIN, S.Pd.I 197508062005011004 SDN BALESARI 04 NGAJUM
32 MOH. HISAM KHOLILI, S.Pd.I 198101162014081001 SDN SANANREJO 02 TUREN
33 MIFTAKHUL HIDAYAT, S.Pdi 196707151987031009 SDN ARGOSARI 01 JABUNG

Minggu, 05 Juni 2016

SHALAT TARAWIH

WAKTU JUMLAH RAKAAT DAN MANFAAT SHALAT TARAWIH

Shalat tarawih adalah shalat malam yang dikerjakan hanya pada bulan Ramadhan, sholat  ini boleh dikerjakan sendiri atau berjama’ah. Waktu shalat tarawih boleh dikerjakan di awal malam atau dipertengahan maupun di akhirnya, baik sebelum tidur maupun sesudah tidur. Tegasnya, shalat tarawih adalah shalat malam di bulan Ramadhan.
Shalat Tarawih hukumnya adalah sunnah muakkad. Mengenai bilangan rakaatnya, Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah raka’at tertentu. Shalat malam adalah shalat sunnah yang dianjurkan. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit raka’at. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan dengan jumlah raka’at yang banyak.” (At Tamhid, 21/70).
Sedangkan Rasulullah SAW bersabda : “Shalat malam adalah dua rakaat dua rakaat“. (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749)
Dari Aisyah bahwa Rasulullah s.a.w. pada suatu malam (di bulan Ramadhan) mendirikan sholat, lalu datang orang-orang pada berikutnya (ingin sholat bersama beliau). Kemudian datanglah malah ketiga atau keempat dan orang-orang pun sudah berdatangan, namun beliau tidak keluar. Saat pagi datang beliau bersabda:”Aku telah melihat yang kalian lakukan, dan aku tidak keluar karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada kalian”. (H.R. Muslim).
Dari Abdurrahman bin al-Qari berkata” suatu malam di bulan Ramadhan aku berjalan bersama Umar bin Khattab melihat-lihat masjid, lalu beliau melihat orang-orang berbeda-beda dalam mendirikan sholat (sunnah), sebagian sholat sendiri, sebagian sholat bersama kelompok kecil. Lalu Umar berkata: “Aku melihat seandainya mereka dikumpulkan di belakang satu qari (pembaca Qur’an) tentu lebih baik. Lalu beliau menganjurkan agar semua sholat di belakang Ubay bin Ka’ab. Kemudian aku keluar bersama Umar pada malam lain dan orang-orang sudah sholat berjamaah di belakang imam satu, lalu Umar berkata:”Inilah sebaik-baik bid’ah, dan sholat yang mereka tinggalkan untuk tidur tetap lebih baik dibandingkan dengan sholat yang mereka dirikan” (maksudnya sholat malam di akhir malam lebih utama dibandingkan dengan sholat di awal waktunya). R. Bukhari dan Muslim.
Hadist di atas merupakan salah satu dalil sholat tarawih. Tarawih merupakan kata plural dari raahah yang artinya istirahat. Konon disebut sholat tarawih karena pada saat umat Islam melaksanakan sholat tersebut secara berjamaah, mereka malakukan istirahat setiap dua kali salam. Sholat tarawih hukumnya sunnah muakkadah pada malam bulan suci Ramadhan.
Rakaat Sholat Tarawih
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Semua jumlah raka’at di atas (dengan 11, 23 raka’at (plus witir) atau lebih dari itu, -pen) boleh dilakukan. Melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan dengan berbagai macam cara tadi itu sangat bagus. Dan memang lebih utama adalah melaksanakan shalat malam sesuai dengan kondisi para jama’ah. Kalau jama’ah kemungkinan senang dengan raka’at-raka’at yang panjang, maka lebih bagus melakukan shalat malam dengan 8 raka’at ditambah dengan witir 3 raka’at, sebagaimana hal ini dipraktekkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri di bulan Ramdhan dan bulan lainnya. Dalam kondisi seperti itu, demikianlah yang terbaik. Namun apabila para jama’ah tidak mampu melaksanakan raka’at-raka’at yang panjang, maka melaksanakan shalat malam dengan 20 raka’at itulah yang lebih utama. Seperti inilah yang banyak dipraktekkan oleh banyak ulama. Shalat malam dengan 20 raka’at adalah jalan pertengahan antara jumlah raka’at shalat malam yang sepuluh dan yang empat puluh.
Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa pelaksanaan sholat tarawih adalah mengacu pada sholat malam Rasulullah. Pendapat ini diikuti beberapa ulama mutaakhiriin (Ulama Kurun Terakhir). Jumlah rakaat shalat malam yang dilakukan Rasulullah adalah sebagai berikut :
1. 11 rakaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 3 rakaat witir. Ini sesuai dengan hadist A’isyah yang diriwayatkan Bukhari.
2. 11 rakaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 2 rakaat witir + 1 witir. Ini sesuai dengan hadist Ai’syah riwayat Muslim.
3. 11 rakaat terdiri dari 2 rokaat x 4 & 2 rakaat witir + 1 witir. Ini juga diriwayatkan oleh Muslim.
4. Ada juga riwayat Ibnu Hibban yang mengatakan 8 rakaat + witir.
5. Ada juga riwayat yang mengatakan 13 rakaat termasuk witir.
Imam Malik dalam Muwatta’ meriwayatkan 11 rakaat. Riwayat lain mengatakan setiap rakaat membaca 200 ayat sehingga para sahabat ada yang berpegangan tongkat karena panjangnya sholat. Riwayat Muhamad Yusuf mengatakan 13 rakaat. Riwayat Saib bib Yazid mengatakan 20 rakaat. Riwayat lain dari Abu Yusuf mengarakan 21 rakaat. Yazin bin Ruman mengatakan:”Orang-orang mendirikan sholat pada zaman Umar sebanyak 23 rakaat. Riwayat Dawud bin Qais mengatakan: Aku melihat orang-orang pada masa Aban dan Utsman dan Umar bin Adbul Aziz melaksanakan sholat tarawih sebanyak 36 rakaat dan melakukan witir 3 rakaat. Inilah yang menjadi salah satu pendapat imam Malik. Riwayat dari Syafi’I mengatakan:”Aku melihat orang-orang sholat Tarawih di Madina sebanyak 39 rakaat dan di Makkah 23 rakaat. Tirmidzi mengatakan bahwa riayat paling banyak tentang rakaat tarawih adalah 41 rakaat termasuk witir.
Pendapat Empat Madzhab:
Madzhab Maliki, Syafi’I dan Hanbali melaksanakan shoalt Tarawih dengan 20 rakaat. Imam Nawawi dalam al-Majmu’ menjelaskan bahwa landasan yang digunakan adalah riwayat sahih dari Saib bin Yazid yang mengatakan bahwa sholat Tarawih pada zaman Umar r.a. dilaksanakan 20 rakaat. Madzhab Maliki melaksanakan sebanyak 39 rakaat sesuai riwayat ahli Madinah. Sebagaimana diketahui madzhab Maliki menganggap tindakan ahli Madinah merupakan dalil yang bisa dijadikan landasan.
Pelaksanaan sholat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saat ini tetap mengacu kepada pendapat madzhab resmi pemerintah Saudi Arabia, yaitu Hanbali dengan pelaksanaan sebanyak 20 rakaat. Namun pada malam ke-20 Ramadhan hingga akhir bulan, di kedua masjid agung tersebut juga dilaksanakan sholatqiyamullail sebanyak 10 rakaat dimulai sekitar pukul 12 malam hingga menjelang sahur. Dengan jumlah solatnya sebanyak 30 rakaat plus 3 rakaat witir. Pelaksanaan sholat qiyamullail ini tidak jauh berbeda dengan tarawih, hanya ayat yang dibaca lebih panjang sehingga masa sholat juga lebih lama.
Cara mengerjakan shalat Tarawih :
Shalat Tarawih ini dikerjakan seperti shalat biasa lainnya baik mengenai bacaannya maupun gerakan-gerakannya dan pada setiap dua rakaatnya ditutup dengan salam. Setelah selesai shalat Tarawih lalu diteruskan shalat Witir, sekurang-kurangnya satu rakaat tetapi pada umumnya dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam atau satu salam.
Adapun surat yang dibaca sesudah Al-Fatihah pada tiap-tiap rakaat boleh surat apa saja yang dikehendaki, tetapi di utamakan pada setiap rakaat yang kedua sesudah membaca surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlash.
Manfaat dan Keutamaan Shalat Tarawih :
Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib yang dikutip dari kitab Durratun Nasihin, berikut ini adalah keutamaan dan hikmah shalat Tarawih :
Malam ke 01 : Siapa yang shalat Tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang Mu’min seperti ketika ia di lahirkan.
Malam ke 02 : Shalat Tarawih pada malam kedua di ampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya Mu’min.
Malam ke 03 : Malaikat berseru dari ‘Arsy ” Telah diangkat amal dan dosanya yang telah lalu dan di ampuni oleh Allah SWT.
Malam ke 04 : Baginya mendapat pahala, seperti pahala membaca Kitab Taurat, Zabur, Injil dan AlQur-an.
Malam ke 05 : Allah SWT memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsho.
Malam ke 06 : Allah SWT memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur dan di mintakan ampun baginya oleh setiap batu benda.
Malam ke 07 : Seumpama pahala yang di peroleh nabi Musa A.S dan penolong dari kejahatan Fir’aun dan Hamman.
Malam ke 08 : Allah SWT memberikannya pahala seperti pahala apa yang diberikan kepada Nabi Ibrohim AS.
Malam ke 09 : Seumpama pahala Ibadah nabi Muhammad SAW.
Malam ke 10 : Allah SWT memberinya Rizki dan kebaikan di dunia dan akhirat.
Malam ke 11 : Apabila Ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari Ibunya.
Malam ke 12 : Ia datang pada hari kiamat kelak dengan wajah berseri-seri seperti bulan purnama.
Malam ke 13 : Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan).
Malam ke 14 : Malaikat pada menyaksikan bahwa sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah SWT tidak akan menghisabnya.
Malam ke 15 : Para malaikat bersholawat kepadanya dan menjaga di ‘Arsy dan kursi.
Malam ke 16 : Allah SWT mencatat baginya akan di bebaskan dari api neraka dan masuk surga.
Malam ke 17 : Diberikannya pahala seperti pahala para nabi.
Malam ke 18 : Satu Malaikat berseru : ” Hai Hamba Allah bahwasanya Allah SWT telah meridhoi kamu dan ke dua orang tuamu.
Malam ke 19 : Allah SWT akan mengangkat ke surga firdaus.
Malam ke 20 : Allah SWT memberikan pahala para Syuhada dan orang-orang Sholeh.
Malam ke 21 : Allah SWT membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.
Malam ke 22 : Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.
Malam ke 23 : Allah SWT membangunkan baginya sebuah kota di surga. Malam ke 24 : Dua puluh empat (24) permintaanya di kabulkan oleh Allah SWT.
Malam ke 25 : Allah SWT mengangkatnya dari siksaan kubur.
Malam ke 26 : Allah SWT mengangkatnya baginya pahala empat puluh tahun (40 thn).
Malam ke 27 : Ia akan melewti jembatan Shirotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.
Malam ke 28 : Allah SWT mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.
Malam ke 29 : Allah SWT memberikan pahala seribu (1000) haji yang makbul.
Malam ke 30 : Allah SWT berfirman : Hai Hambaku, makanlah buah-buahan di dalam surga dan mandilah engkau dengan air Salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, Aku tuhanmu dan engkau hamba-Ku.

Semoga dibulan puasa Ramadhan yang penuh berkah ini, kita bisa melaksanakan shalat Tarawih dengan sempurna sampai akhir ramadhan. Salam dan selamat membaca tata cara shalat Tarawih.